KD 3.11 Mengidentifikasi Informasi tentang Fabel

 

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

 

Kelas/semester           : VII / II (Genap)

Tahun ajaran              : 2021 / 2022

Pertemuan                 :

Kompetensi dasar        : KD 3.11 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar

Materi ajar                 : Mengidentifikasi informasi tentang fabel

 

Materi Pembelajaran

 


A. Mengidentifikasi Informasi tentang Fabel

Fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. Karakter binatang dalam cerita fabel dianggap mewakili karakter manusia dan diceritakan mampu bertindak seperti manusia tetapi tidak menghilangkan karakter binatangnya.

Secara etimologis fabel berasal dari bahasa latin fabulat. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan tentang kehidupan nyata. Fabel sering disebut juga cerita moral karena pesan yang ada di dalam fabel berkaitan erat dengan moral.

Karakter yang terdapat pada cerita fabel ada yang baik dan ada juga yang kurang baik. Mereka mempunyai sifat jujur, sopan, pintar, dan senang bersahabat. Mereka ada juga yang berkarakter licik, culas, sombong, suka menipu, dan ingin menang sendiri.

Konflik pada fabel disebabkan oleh pengkhianatan, kelicikan, penghinaan, kesombongan, persahabatan, perilaku buruk yang akhirnya diperbaiki, kecerdikan keluarga, dan sebagainya. Konflik-konflik tersebut menggambarkan amanat berupa nilai-nilai moral dan karakter manusia yang baik.

Latar fabel berupa alam (hutan, sungai, kolam, lembah dan sebagainya). Sebagai teks narasi fabel memiliki urut-urutan kejadian yang menarik dan menginspirasi. Alur pada fabel umumnya alur maju (dari awal bergerak maju hingga terjadi akibat dari peristiwa sebelumnya).

Dalam urutan beberapa kejadian atau peristiwa secara kronologi menggunakan konjungsi pengurutan: sesudah, sebelum, lalu, mula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu atau akhirnya. Penggunaan konjungsi waktu bersamaan (sementara itu, seraya, sambil).

Mengidentifikasi cerita fabel dapat dilakukan dengan mengamati ciri-cirinya. Ciri-ciri cerita fabel sebagai berikut.

1. Tokoh yang berperan adalah binatang.

2. Tokoh dalam fabel (binatang) dapat berpikir, melakukan komunikasi, serta bertingkah laku layaknya manusia.

3. Menunjukkan penggambaran moral datau nilai moral dan karakter manusia serta kritik tentang kehidupan di dalam ceritanya.

4. Sudut pandang yang digunakan umumnya sudut pandang orang ketiga.

5. Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab akibat. Rangkaian sebab akibat diurutkan dari awal sampai akhir.

6. Fabel menggunakan latar alam (hutan, sungai, kolam, dan lain-lain).

7. Ciri bahasa yang digunakan: kalimat naratif/peristiwa, kalimat langsung berupa dialog para tokoh, dan menggunakan kata sehari-hari dalam situasi tidak formal (bahasa percakapan).

Menurut penggunaan latar serta perwatakan tokoh, fabel dibagi menjadi dua macam, yaitu fabel alami dan fabel adaptasi. Fabel alami adalah fabel yang menyandarkan watak atau sifat para tokoh menurut karakter aslinya. Misalnya, serigala diberi watak ganas dan licik. Adapun fabel adaptasi adalah fabel yang menyandarkan watak atau sifat para tokoh yang berbeda dengan karakter aslinya, misalnya kura-kura yang lambat diubah menjadi gesit. Fabel adaptasi juga mengubah latar tempat cerita. Misalnya, singa yang biasa hidup di hutan diganti hidup di istana.

Berdasarkan kemunculan pesan dalam cerita, fabel dibedakan menjadi fabel dengan koda dan tanpa koda. Fabel dengan koda berarti fabel yang memunculkan secara eksplisit pesan pengarang di akhir cerita. Berbeda dengan fabel tanpa koda yang tidak memberikan secara eksplisit pesan pengarang diakhir cerita, namun tersimpan secara implisit (tersirat) di dalam cerita.

 

Sumber materi :

1. Buku Bahasa Indonesia Kelas VII,  Kemendikbud (revisi 2016).

2. Modul Pengayaan Bahasa Indonesia Kelas VII – 2, Putra Nugraha.

Komentar