PEMBELAJARAN
BAHASA INDONESIA
Kelas/semester : VII / II (Genap)
Tahun
ajaran : 2021 / 2022
Pertemuan :
Kompetensi
dasar : KD 4.10 Mengungkapkan
gagasan, perasaan, pesan dalam bentuk puisi rakyat secara lisan dan tulis
dengan memperhatikan struktur, rima, dan penggunaan bahasa
Materi ajar : Menyajikan puisi rakyat secara lisan dan tulis
Materi
Pembelajaran
A. Menyajikan Puisi Rakyat Secara Lisan
dan Tulis
Kata-kata dalam puisi rakyat
mempunyai makna yang kuat. Teks puisi rakyat juga mengandung seuatu perasaan
dan emosi yang ingin disampaikan oleh penulis. Kalian dapat menulis puisi
rakyat dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.
1. Menulis Pantun
Dalam menulis pantun, ada beberapa
hal yang harus diperhatikan. Berikut langkah-langkah menulis pantun.
a. Tentukan ide yang akan
disampaikan.
b. Menata ide menjadi dua larik
(dengan bunyi akhir yang berbeda)
c. Memilih kosakata yang diakhir
dengan bunyi seperti dua larik.
d. Membuat larik sampiran dari
benda/kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan isi.
e. Menata kembali kelimat/larik
dengan rima dari kosakata yang berima sama.
f. Menata pantun secara logis.
2. Menulis Syair dan Gurindam
Langkah-langkah menulis syair dan
gurindam sebagai berikut.
a. Menentukan tema.
b. Menentukan tujuan dan amanat.
c. Menentukan persajakan.
d. Menulis kata kunci.
e. Mengembangkan ide.
3. Berbalas Pantun
Berbalas pantun merupakan tradisi
lisan budaya Melayu. Dalam tradisi ini ada dua pihak yang saling melemparkan pantun
yang mengandung isi dan maksud tertentu. Struktur berbalas pantun adalah
pembukaan, isi, dan penutup.
Contoh :
Orang Pertama
Jalan-jalan ke pinggir rawa
Di pinggir rawa ada tomat
Selalu ingat nasihat orang tua
Supaya hidup selalu selamat
Orang kedua
Di pinggir rawa banyak pukat
Batu dibawa dengan tangan
Nasihat orang tua selalu diingat
Kujadikan sebagai pegangan
Sumber materi : Buku Bahasa Indonesia Kelas VII, Kemendikbud - Modul Pengayaan Bahasa
Indonesia Kelas VII - 2 / Putra Nugraha (dengan pengubahan)
Komentar
Posting Komentar