KD 4.15 Membuat Peta Pikiran dan Sinopsis Buku

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

 

Kelas/semester           : VII / II (Genap)

Tahun ajaran              : 2021 / 2022

Pertemuan                 : Kedua

Kompetensi dasar        : KD 4.15 Membuat peta pikiran/sinopsis tentang isi buku nonfiksi/buku fiksi yang dibaca

Materi ajar                 : Membuat sinopsis dan peta pikiran buku

 

Materi Pembelajaran

 

A. Membuat Sinopsis dan Peta Pikiran Buku

Salah satu hasil dari membaca adalah mampu membuat inti sari dari buku yang dibaca. Inti sari buku merupakan bagian terpenting dari sebuah buku. Inti sari buku fiksi dapat disajikan dalam bentuk sinopsis, sedangkan inti sari buku nonfiksi dapat disajikan dalam bentuk peta pikiran.

 

1. Menulis Sinopsis Buku Fiksi

Sinopsis buku fiksi merupakan bentuk pemendekan dari sebuah buku fiksi dengan tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik buku tersebut. Dengan kata lain, sinopsis merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli di mana perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat.

Adapun langkah-langkah membuat sinopsis sebagai berikut.

a. Membaca buku fiksi dengan cermat.

b. Memahami isi buku fiksi dengan cara berikut.

        1) Menentukan tema cerita.

        2) Menentukan tokoh-tokoh dalam cerita dan karakter masing-masing.

        3) Membuat daftar peristiwa penting dalam cerita tersebut.

c. Merangkai peristiwa-peristiwa tersebut menjadi kalimat yang padu.

d. Membuat sinopsis tidak boleh mengubah isi cerita, baik latar, tokoh, maupun tema.

 

2. Membuat Peta Pikiran Buku Nonfiksi

Peta pikiran dapat membantu pembaca untuk lebih mudah dan cepat mengetahui isi buku nonfiksi. Dalam peta pikiran, gagasan yang paling umum diletakkan pada posisi paling atas, kemudian diikuti gagasan-gagasan yang lebih kecil secara hierarki. sebelum membuat peta pikiran, terlebih dahulu harus merangkum isi buku yang dibaca.

Adapun langkah-langkah membuat peta pikiran sebagai berikut.

a. Menulsi judul di tengah-tengah kertas dan memberi gambar yang sesuai.

b. Membuat cabang utama terkait topik.

c. Meneruskan dengan membuat cabang-cabang utama lainnya dan gunakan warna yang berbeda.

d. Memberi label setiap cabang hanya dengan kata kunci.

e. Setiap cabang dibuat subcabang untuk hal-hal yang saling berhubungan.

f. Membuat garis-garis lengkung dan alur yang jelas.

g. Jika ada hal-hal yang berhubungan dengan sub yang berbeda, bisa dengan menarik garis sebagai pengingat adanya kaitan antara kedua hal tersebut.

 

Sumber materi : Modul Pengayaan Bahasa Indonesia Kelas VII - 2 / Putra Nugraha (dengan perubahan)

 

 

Contoh sinopsis buku.

 

Penulis: Andrea Hirata

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun Pertama terbit: 2005

Jumlah Halaman: 529

 

Secara garis bersar, novel ini bercerita kehidupan kanak-kanak beberapa bocah di Belitong. Andrea Hirata memulainya dengan kisah miris dunia pendidikan di Indonesia dimana sebuah sekolah yang kekurangan murid hendak ditutup. Sekolah tersebut adalah SD Muhammadiyah di Gantung Belitung Timur. Namun, karena murid yang terdaftar genap 10, sekolah dengan bangunan seadanya tersebut tetap diijinkan beraktifitas seperti biasanya. Ke-sepuluh murid tersebut adalah para laskar pelangi. Nama yang diberikan guru mereka bernama Bu Mus, oleh karena kegemaran mereka terhadap pelangi. Siapa saja mereka?

 

Tokoh dalam novel ini adalah Ikal, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani, dan juga Harun. Mereka adalah sahabat yang kisahnya memesona dunia lewat tangan dingin sang penulis. Buku laskar pelangi bercerita keseharian mereka di sekolah dan di lingkungan sosial. Mereka adalah anak-anak desa dengan tekad luar biasa. Perjalanan mereka dipenuhi kejadian yang tak terduga. Secara perlahan mereka menemukan keunggulan dalam diri dan persahabatan. Ini mungkin yang menjadi titik fokus Andrea Hirata. Ia juga piawai menyisip komedi dalam kisah ini.

 

Sudut pandang bercerita dalam novel ini menggunakan orang pertama yakni “aku”. Aku sendiri adalah si Ikal. Ia anak yang pandai meski berada di urutan kedua setelah Lintang, bocah terpandai di dalam kelas mereka. Si Ikal ini menaruh minat yang besar pada sastra. Hal ini terlihat dari kegemarannya menulis puisi. Lain lagi dengan tokoh Lintang. Ia digambarkan sebagai anak yang sangat jenius. Orangtuanya seorang nelayan, yang miskin dan tidak memiliki perahu. Lintang sangat suka matematika. Namun, cita-citanya menjadi seorang ahli matematika harus terpangkas dengan tuntutan membantu orangtua menafkahi keluarga. Terlebih saat ayahnya meninggal.

 

Tokoh lainnya adalah Sahara. Ia merupakan anak perempuan satu-satunya dalam cerita ini. Ia berpendirian kuat dan cenderung keras kepala. Sementara itu, Mahar, ia digambarkan bertubuh kurus dan mencintai seni. Ia suka menyanyi dan gemar pada okultisme. Tokoh berikutnya adalah A kiong. Dari namanya sangat jelas kalau ia merupakan keturunan Tionghoa. Ia sangat menyukai Mahar dan mengikutinya kemanapun. Ia digambarkan tak rupawan tetapi hatinya “tampan”.

Lanjut ke Syahdan. Perangainya ceria meski ia tak pernah menonjol dalam kelas. Sementara itu Kucai, adalah tokoh dalam cerita yang didaulat menjadi ketua kelas. Ia digambarkan menderita penyakit rabun jauh sebab ia kekurangan gizi. Borek, Trapani dan Harun adalah anggota laskar` pelangi yang terakhir. Borek digambarkan sebagai anak yang terobsesi dengan otot. Ia ingin menjadi lelaki yang paling macho. Trapani, ia tampan dan pandai. Ia lengket dengan sang ibu. Terakhir, Harun. Ia istimewa sebab ia berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia mengalami keterbelakangan mental. Namun menurut beberapa orang, tokoh Harun ini digambarkan dengan cukup manis sehingga banyak yang jatuh cinta pada sosoknya.

 

Novel laskar pelangi berkisah perjuangan hidup kesepuluh anak ini menghidupkan cita-cita di antara kehidupan mereka yang berat. Ada dinamika di dalamnya. Manis meski berat. Kisah khas anak-anak yang memandang dunia dengan ambisi yang sederhana. Andrea Hirata, meski banyak dihujat sebab mengklaim cerita ini nyata, memang terkesan berlebihan dalam beberapa hal. Namun toh, sebagai novel pembangun, Laskar Pelangi berhasil merubah secuil dunia pendidikan kita, merecharge semangat mereka yang lain untuk meraih ilmu.

 

Membaca Laskar Pelangi memberikan pengalaman sastra yang baik. Bahasanya sederhana sebenarnya namun dikemas dengan unsur Melayu. Novel ini “berwajah” sastra, bercitarasa “motivator jiwa” dan dibumbui kisah kanak-kanak yang tulus. Direkomendasikan bagi semua pembaca. Sinopsis Novel Laskar Pelangi ini hanya menyajikan sekelumit kisah di dalam Laskar Pelangi.

 

Sumber : dikutip dari blog : http://sinopsisnovelku.blogspot.com/2013/02/sinopsis-novel-laskar-pelangi.html

 

Contoh Peta Pikiran Buku Nonfiksi

 



Sumber : https://roboguru.ruangguru.com/question/buatlah-peta-konsep-buku-nonfiksi-sesuai-dengan-ilustrasi-di-atas-_QU-HX8G8IXR

Komentar